story

Pertemuan Kali Ini

15.23 Lailiya Nur Rokhman 0 Comments

Ku hela nafasku dalam-dalam. Kuakui, aku terkejut mendengar ceritamu. Namun aku tetap berusaha tersenyum untuk menenangkan hatimu saat ku lihat matamu yang mulai berkaca. Hei, yang kulihat dihadapanku kini bukanlah sosok lelaki yang kukenal selama ini. Keceriaan dan ketegaranmu menghilang seketika. Setelah sekian lama aku tak bertemu denganmu, aku tak menyangka akan melihat perubahan yang sedrastis ini.

Aku berusaha menenangkanmu. Aku tahu aku bukan seorang psikolog, dan aku tahu aku tidak pernah mengalami apa yang kau alami. Tapi sebagai sahabatmu, aku ingin kau kembali tegar dan ceria, seperti yang aku kenal.

Oh Dear, ini bukan kamu. . Bukan sosok lelaki yang sempat aku kagumi. Bukan lagi sosok yang selalu membuatku terkejut sekaligus sebal dengan tingkah jahilmu. Aku tak menyangka kau menjadi begitu rapuh dan hancur sekarang. Kamu yang biasanya menenangkanku saat aku tersedu bahkan menangis sekalipun, kini justru sebaliknya. Kamu tersedu di depanku saat kau mulai bercerita tentangnya.

Tujuh tahun, atau bisa dibilang hampir delapan tahun, memang bukan waktu yang singkat bagimu bersamanya. Bahkan kau mengenalnya jauh sebelum itu. Dan kini, semua untaian kasih itu telah putus bersama dengan salah satu kaki kepercayaannya padamu yang juga patah.
Sempat aku tak percaya dengan apa yang telah kau lakukan, bagiku itu tak ada di kamusmu. Karena setiap kali kawanmu bercerita tentang kata itu kau selalu berusaha menjauh dan berharap itu tak pernah terjadi. Kata yang kau benci namun kini kau terperangkap di dalamnya.

Oh Dear, aku berharap kau bisa melalui ini semua. Hanya doa dan dukungan yang bisa aku berikan saat ini. Semoga kau bisa mulai menata kembali hidupmu. Dan satu yang pasti, Tuhan tidak pernah tidur. Tuhan selalu mendengar setiap doa yang kau panjatkan, dan Tuhan akan selalu memberi yang terbaik untuk hidupmu. Yang terbaik menurutmu tidak selalu terbaik menurut-Nya.
Semua akan indah pada masanya. Itu pasti. . .

source pic: http://www.pinterest.com/lailiyanr/quotes-and-letters/





You Might Also Like

0 komentar:

Kirimkan ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz