Traveling

Surfing? Disini Surganya....

15.07 Lailiya Nur Rokhman 0 Comments



Anda tinggal di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur? Suka berselancar? Ingin ke tempat berselancar yang indah? Tak usah jauh-jauh ke Pulau Bali karena anda akan menemukan sebuah “surga” bagi peselancar di Jawa Timur.

"Tak ada yang seindah ombak Plengkung...." Itu komentar dari wisatawan di pantai Plengkung saat ditanya tentang pantai ini. Mereka mengaku sangat puas dan betah berlama-lama di pantai yang dijuluki "G-Land, The Sevent Giant Waves Wonder" ini.

"G-Land, The Seven Giant Waves Wonder", julukan yang diberikan wisatawan asing untuk pantai yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur, tepatnya di sebelah selatan Taman nasional Alas Purwa (TNAP), yaitu pantai Plengkung. Pantai ini sangat cocok menjadi salah satu daftar tempat kunjungan anda, terutama bagi yang suka berselancar karena pantai di sini termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan. 
“G” dalam G-Land sendiri memiliki tiga arti:
1.      Green, karena lokasinya di tepi hutan atau biasa disebut Alas Purwo,
2.      Grajagan, nama point terdekat sebelum kita sampai ke pantai Plengkung, dan
3.      Great, karena salah satu ombak terbaik di dunia.

Pantai ini akan membentuk lengkungan seperti huruf G terbalik kalau dilihat dari citra satelit. Posisi itulah yang membuat ombak setinggi 4-6 meter bisa terbentuk. Para peselancar bisa merasakan sensasi dorongan ombak yang panjang dan susul-menyusul. Ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2 km dlm formasi 7 gelombang bersusun "go to left" ini cocok ditunggangi oleh peselancar kidal. 



Dasar pantai G-land berbentuk landai. Palung hanya ditemukan di sisi barat, yang pernah menjadi lokasi pendaratan kapal. Posisi ini membuat G-land nyaman sebagai tempat surfing. Namun, di balik keelokannya tentu perlu kehati-hatian tersendiri. Pasalnya, karang yang berada di dalam laut bisa melukai peselancar di dalam air. 


Untuk mencapai pantai ini, ada beberapa jalur yang bisa diambil:
1.   Dari Surabaya menuju Banyuwangi Kota (sekitar 5-6 jam), lalu dari Banyuwangi menuju ke selatan melewati Kecamatan Rogojampi – Kec. Srono – Kec. Muncar – Kec. Tegaldelimo (dari Banyuwangi sampai ke Tegaldlimo sekitar 2 jam). Nah, dari Tegaldelimo lanjut kearah Taman Nasional Alas Purwo (sekitar ½ - 1 jam). Akhir perjalanan di Pos Perhutani Taman Nasional Alas Purwo. Di sini mobil kita titipkan ke pihak Pos Perhutani. Untuk sampai ke Plengkung, kita harus carter jeep milik Perhutani. Harga sewanya sekitar 150rb – 250rb pulang pergi (tergantung nego).
2.   Dari Surabaya menuju Jember (sekitar 4-5 jam), lalu lanjut menuju ke timur selatan melewati Gunung Kumitir-Kalibaru-Glenmore-Genteng-Srono. Dari sini, rute nya sama dg poin 1 di atas.
3.   Dari Denpasar menuju Gilimanuk (sekitar 2-3 jam), menyebrang ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, lalu rutenya sama dg poin 1 di atas. 

Selain berselancar, kita juga bisa berpetualang menembus hutan. Karena pantai Plengkung dikelilingi oleh hutan yang memberi tantangan bagi anda untuk menjelajahinya. Di sekitar pantai juga terdapat beberapa goa yang biasanya digunakan sebagian orang untuk melakukan “ritual” khusus. Sensasi-sensasi menantang akan selalu anda dapatkan di Pantai Plengkung. Namun, kesunyian dan kealamian Plengkung juga akan tetap menemani anda. Anda juga bisa beristirahat dan menikmati kicauan burung atau tingkah hewan lain di resor-resor yang didirikan disana.




Resor-resor di pantai Plengkung seperti Joyo’s camp atau Boby’s camp merupakan resor yang didirikan pihak swasta yang berkelas internasional. Meskipun begitu, bangunannya masih memanfaatkan kealamian dan kesunyian pantai Plengkung. Dengan makanan dan minuman sekelas hotel-hotel mewah di Bali, anda juga bisa memandang pantai Plengkung dengan leluasa untuk mengetahui kapan saat yang tepat untuk berselancar. Dengan rata-rata 100 dollar AS setiap hari, selama minimal tiga hari, wisatawan bisa menikmati senyapnya hutan, gulungan ombak, lengkap dengan akomodasi hotel berbintang.
Tapi, jika kamu ingin lebih irit, Wisma TNAP yang berada di Rawabendo bisa jadi pilihan meskipun agak jauh dari pantai. Disana juga ada warung-warung yg bisa jadi alternatif selain pesan makan di wisma. Anda juga bisa mengenyam sensasi lain disini, yakni kicauan burung, perilaku hewan, dan gemerisik gesekan dedaunan.
Pokonya seru....!!! jadi pengen kesana lagi.... ^.^



*tulisan ini juga dijadikan sebagai tugas matakuliah Branding

You Might Also Like

0 komentar:

Kirimkan ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz